2. Malam Kedua
[3] ~ Sebermula Nama lengkapnya Senduansa Priadi Tirta. Dia bukan CEO, mafia, apalagi hantu. Dia hanyalah seorang laki-laki yang absurd, lumayan gila, dan hampir stres. Kendatipun demikian, dia tetap baik. Aku tidak tahu kalau menurut Om yang punya kios di lorong masuk gedung kampusku. Sebut saja Om Lembut, karena memang dia lembut. Aku tidak tahu persis namanya. Kecuali kiosnya yang terletak di sebelah kanan dari arah lampu merah Binturu. Sebelumnya ada penjual ayam geprek, lalu penjual parfum, barulah kios Om Lembut. Untuk perdana kalinya kutemukan Sendu di kios itu. Ketika itu, aku baru saja membeli sebotol air sebelum pergi ke kampus. Dari belakangku, Sendu datang menenteng galon. Aku sedikit kesal karena dia menerobos masuk, padahal aku sudah jelas berdiri untuk membayar belanjaanku. Tapi, aku memilih menepi dan berdiri sejajar dengannya. "Om," katanya. "Galonya butuh asupan," lanjutnya kemudian. Om Lembut tertawa, Sendu juga begitu. Entah apa maksud mereka...